Usia Adalah Hal Yang Pasti, Sedangkan Dewasa Itu Pilihan

Apa tandanya dewasa? Apa tolak ukur dari kedewasaan? Mungkin ini adalah pertanyaan banyak orang pada umumnya. Ya, dewasa. Semua memiliki saat atau momen yang berbeda-beda untuk mendapatkan jati diri. Dan saat kalian menemukan jati diri itu. Kalian akan menjadi pribadi yang baru. Menjadi seseorang yang dewasa, dan semakin menyadari akan keadaan. Setiap orang memiliki tahapan yang berbeda. Jadi kedewasaan tidak bisa dipandang rata. Tidak selamanya orang yang berumur di atas 25 tahun dikatakan dewasa. Umur adalah angka. Angka yang selalu bertambah setiap tahunnya. Dan ini tidak bisa dihindari. Tapi kedewasaan adalah sesuatu yang dicari, yang dibangun, di bentuk. Sehingga saat kedewasaan sudah terbentuk di diri anda, itu bukanlah karena keharusan, tapi karena keputusan anda.

Seperti Apa Wujud Kedewasaan Itu?

Kedewasaan ini adalah salah satu pernyataan yang ambigu. Dimana hasil atau arti nya bukan lah nilai pasti. Dalam artian ini memiliki banyak arti. Berbeda dengan misalnya matematika. Hasil dari 1+5 = 6. Nilai 6 ini adalah nilai pasti. Tapi dewasa adalah hal yang tidak pasti. Memiliki banyak definisi. Bahkan setiap orang memiliki definisi yang berbeda. Tapi jika dilihat secara garis besar, dan umumnya. Dewasa adalah ketika, anda sudah bisa mengatur waktu anda. Sudah bisa memenuhi hak dan kewajiban anda. Dewasa adalah ketika anda bisa menempatkan diri anda. Menempatkan sesuai dengan lingkungan. Dewasa tidak hanya sebatas pemikiran, tapi juga dari tutur kata dan bersikap.

Umur Adalah Pasti, Dewasa Adalah Keputusan

Kadang orang tidak senang dikatakan bocah, kekanak-kanakan.  Apalagi orang tersebut sudah berusia 20 tahun ke atas. Rasanya sangat diremehkan. Jika tidak ingin dikatakan bocah, ya jadilah dewasa. Dan saat diminta jadi dewasa, sulit, dengan alasan jadi dewasa itu enggak enak ya. Ingin jadi anak-anak lagi deh. Hahahaha.  Maka dari itu, dewasa memanglah tidak mudah. Umur akan terus bertambah setiap tahun. Tapi jika pikiran, sikap, cara berpikir tidak di asa, tidak dikembangkan, ya kalian akan stuck di situ saja. Di pikiran anak remaja. Yang memandang semua masih bisa di tolerir. Jika sudah tidak mampu, berlindung di belakang orang tua. Ya mau sampai kapan.